Hidup Sederhana di Jerman: Tips dari Pengalaman Pribadi untuk Teman-Teman Indonesia

Assalamualaikum teman-teman, willkommen zurück di blog belajar Bahasa Jerman bareng Nisya Diary.
Di postingan kali ini, aku mau berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana hidup sederhana di Jerman sebagai pendatang dari Indonesia. Aku bukan orang kaya, dan aku tidak tiba-tiba berubah jadi orang kaya saat pindah ke Jerman. Aku hidup apa adanya, sederhana, dan tetap bersyukur. Semoga cerita ini bisa jadi panduan buat kamu yang akan atau ingin tinggal di Jerman.


---

1. Hidup Sederhana di Jerman Itu Sangat Mungkin

Aku datang ke Jerman ikut suami. Di sini aku belum bekerja secara formal. Sekarang aktivitas utama aku adalah mengurus rumah dan membuat konten YouTube, meskipun channel aku belum monetisasi. Tapi insyaAllah ke depannya aku berharap YouTube bisa jadi sumber rezeki dan keberkahan buat aku.

Buat kamu yang mungkin takut pindah ke Jerman karena merasa tidak punya uang, jangan khawatir. Hidup sederhana di Jerman itu bukan hal memalukan. Yang penting kebutuhan terpenuhi dan kamu bisa hidup dengan tenang.

Dalam bahasa Jerman ada istilah:
"ein einfaches Leben führen"
artinya menjalani hidup sederhana.
Dan itu bukan sesuatu yang buruk. Justru banyak orang Jerman pun hidup sangat sederhana.


---

2. Belanja Harian: Tidak Perlu Mewah

Aku pribadi jarang banget belanja mahal atau pergi ke toko Asia sering-sering. Belanja di toko Asia itu boleh, tapi aku biasanya hanya sebulan sekali. Itu pun aku keluar sekitar 10 euro saja. Biasanya untuk kecap, sambal, atau Indomie goreng. Karena di supermarket seperti Rewe atau Lidl, aku biasanya hanya menemukan Indomie rebus.

Kalau mau Indomie goreng, aku pergi ke GoAsia atau toko Asia lain di sekitar kota tempat aku tinggal, misalnya di Würzburg.

Untuk belanja mingguan, aku cukup beli:

ayam (beli cukup untuk satu bulan, biasanya di Toko Turki)

ikan beku

sayur dan buah

kebutuhan dasar rumah


Aku jarang sekali beli daging sapi karena aku hanya mau beli daging sapi dari pemotongan langsung, jadi tidak setiap saat.

Ini semua bagian dari hidup sederhana.
Dalam bahasa Jerman ada istilah:
"günstig einkaufen" → belanja hemat.


---

3. Memasak Sendiri Lebih Hemat Daripada Makan di Restoran

Di Jerman, makan di restoran atau pesan makanan itu bisa jadi mahal. Boleh sesekali, tidak dilarang. Tapi kalau terlalu sering, itu bisa boros sekali.

Aku lebih memilih masak sendiri di rumah karena:

lebih hemat

lebih sehat

lebih sesuai selera


Kalau di Jerman, mereka sering bilang:
"Selbst kochen ist günstiger."
Masak sendiri itu lebih murah.

Dan itu benar.


---

4. Tidak Perlu Ikut Gaya Hidup Mewah

Di sini aku tidak beli baju-baju mahal dari pusat perbelanjaan. Aku lebih sering beli dari aplikasi seperti Temu, yang mirip Shopee di Indonesia. Barangnya murah dan cukup bagus untuk kebutuhan sehari-hari.

Aku bukan tipe orang yang gengsi.
Aku tidak malu tidak punya tas brand mahal.
Aku malah lebih malu kalau memaksakan diri membeli barang yang tidak sesuai budget.

Orang tuaku selalu mengajarkan untuk hidup sesuai kemampuan, dan aku membawa prinsip itu sampai di Jerman.

Dalam bahasa Jerman ada kalimat yang sangat cocok:
"Man soll nicht über seine Verhältnisse leben."
Artinya: jangan hidup melebihi kemampuan finansial.


---

5. Tinggal di Apartemen Bukan Hal Memalukan

Aku tinggal di apartemen bersama suami dan membayar biaya per bulan. Kami belum punya rumah di sini dan itu bukan masalah. Banyak banget orang Jerman yang sampai usia tua tetap tinggal di apartemen dan menyewa. Itu hal yang sangat umum.

Yang penting aku bersyukur karena Allah masih memberikan rezeki untuk tinggal di Jerman dengan layak, cukup, dan tenang.


---

6. Jalan-Jalan Hemat dengan Transportasi Jerman

Aku suka jalan-jalan sendiri ke kota-kota terdekat. Aku tidak perlu menginap atau makan di restoran mahal. Cukup naik transportasi pakai tiket Deutschlandticket, bawa bekal minum dan biskuit.

Sampai kota tujuan, aku:

jalan-jalan

foto-foto

menikmati suasana

lalu pulang lagi


Dan itu pun sudah membuat aku bahagia.

Dalam bahasa Jerman ada kalimat:
"Man muss nicht viel Geld ausgeben, um glücklich zu sein."
Kita tidak harus menghabiskan banyak uang untuk bahagia.


---

7. Sederhana itu Justru Membuat Hidup Lebih Tenang

Aku percaya bahwa hidup sederhana jauh lebih membahagiakan daripada memaksakan gaya hidup mewah.

Aku lebih mementingkan:

tabungan

kebutuhan rumah

makanan yang cukup

kesehatan

ketenangan

dan rasa syukur


Tidak perlu tiap minggu makan di luar.
Tidak perlu tiap bulan liburan ke negara lain.
Tidak perlu beli barang mahal hanya untuk terlihat keren.

Yang penting hidup teratur, cukup, dan tidak kekurangan.


---

Penutup

Itulah pengalaman aku hidup sederhana di Jerman sebagai perantau dari Indonesia. Semoga cerita ini bisa membantu teman-teman yang sedang mempersiapkan diri tinggal di sini atau yang masih takut karena merasa tidak mampu secara finansial.

Ingat, hidup di Jerman tidak harus mewah. Yang penting adalah pandai mengatur, tidak gengsi, dan tidak memaksakan diri. 🍁✨️

Comments